Wali Kota Cirebon: Pasar Rakyat Harus Bisa Menarik Kunjungan Wisatawan ke Kota Cirebon

By | February 4, 2019

CIREBON- Perumda Pasar Berintan diminta untuk mewujudkan pasar rakyat yang bersih. Sehingga menarik masyarakat, bahkan wisatawan untuk berkunjung ke pasar tradisional tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., saat menjadi Pembina Upacara peringatan hari ulang tahun (HUT) Perumda Pasar Berintan ke 49, Senin, 04 Februari 2019. “Mudah-mudahan di usia yang ke 49 tahun ini Perumda Pasar Berintan semakin menunjukkan kematangan dalam berfikir maupun memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat,” kata Azis. Tidak hanya itu, sebagai salah satu perusahaan daerah yang dimiliki Pemerintah Daerah Kota Cirebon, Perumda Pasar Berintan juga ditantang untuk membenahi pasar-pasar rakyat.

Tujuannya tidak lain agar pasar-pasar tradisional yang ada di Kota Cirebon semakin baik, semakin bersih, tidak kumuh serta berstandar SNI. Sehingga menjadi daya tarik, tidak hanya untuk warga Kota Cirebon tapi juga wisatawan yang berkunjung. Dengan semakin tertatanya semua pasar yang dikelola, maka Azis yakin Perumda Pasar Berintan bisa menyumbangkan pendapatan asli daerah (PAD) terbaik bagi Kota Cirebon.

“Jangan lupa untuk memperhatikan kesejahteraan karyawan dan karyawatinya,” tegas Azis. Karena karyawan dan karyawati yang sejahtera, akan memberikan kontribusi positif bagi perusahaan.

Sementara itu Direktur Utama Perumda Pasar Berintan Kota Cirebon, Akhyadi, SE., mengungkapkan tantangan terbesar yang mereka hadapi saat ini tidak hanya keberadaan swalayan dan toko modern. “Tapi juga pasar kaget yang ada di lingkungan masyarakat,” ungkap Akhyadi. Pasar kaget tersebut beroperasi langsung di lingkungan warga berdasarkan hari-hari yang telah ditentukan. Kondisi tersebut diakui Akhyadi membuat konsumen semakin berkurang.

Karena itu, Perumda Pasar Berintan Kota Cirebon bertekad untuk terus melakukan penataan sejumlah pasar yang mereka kelola. Target mereka, seluruh pasar yang mereka kelola bisa segera mendapatkan sertifikasi SNI, seperti yang sudah diraih oleh Pasar Gunungsari.

“Bagaimana agar pasar tradisional tidak becek, tidak kumuh dan nyaman dikunjungi. Itu target kita,” tegas Akhyadi.

519 Total Views 6 Views Today

Comments are closed.