Pj Wali Kota Cirebon: Melayani, Bekerja Profesional dan Pemersatu Bangsa Adalah Tugas dan Fungsi ASN

By | November 29, 2018


Kota Cirebon -Tiga tugas pokok harus dimiliki dan dijiwai oleh Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk ASN yang ada di Kota Cirebon. Di era digital saat ini, tantangan ASN ke depannya diyakini akan lebih kompleks lagi.

Hal tersebut diungkapkan Pj Wali Kota Cirebon, Dr. H. Dedi Taufik, M.Si usai upacara dalam rangka peringatan HUT Korpri ke 43, HUT PGRI ke 73 dan Hari Guru Nasional ke 24 di alun-alun Kejaksan, Kota Cirebon, Kamis, 29 November 2018. “Melayani masyarakat, bekerja dengan profesional dan pemersatu bangsa, itulah 3 hal yang harus dilakukan oleh ASN, termasuk ASN di Kota Cirebon,” ungkap Dedi.

Dengan era digitalisasi saat ini diyakini tantangan ASN ke depan akan semakin kompleks. “Karena itu kita harus melakukan akselerasi atau jumping,” ungkap Dedi. Khususnya untuk terus menerus meningkatkan kualitas sumber daya ASN agar tidak tertinggal dengan kemajuan teknologi yang terus bergulir dari waktu ke waktu. “Kita harus menciptakan SDM yang masagi,” tegas Dedi. Yaitu SDM yang selalu berupaya berfikir konstruktif dan berpandangan secara menyeluruh.


Sedangkan terkait dengan hari guru, Dedi mengungkapkan terdapat 3 guru profesional yang harus dimiliki oleh para guru. Yaitu guru yang telah memenuhi kompetensi dan keahlian inti sebagai pendidik, mampu membangun kesejawatan bersama dengan rekan-rekan sejawat serta mampu merawat jiwa sosialnya. “Para guru Indonesia adalah para pejuang pendidikan yang sesungguhnya, yang menjalankan peran, tugas dan tanggung jawab mulia sebagai panggilan jiwa,” kata Dedi. Karena itu Dedi menghaturkan selamat ulang tahun kepada para guru dan berharap mereka terus meningkatkan profesionalisme di era digital seperti saat ini.

Sementara itu ketua PGRI Kota Cirebon, Abdul Haris, juga berharap di era digitalisasi saat ini dirinya berharap guru harus melek teknologi. “Di zaman yang serba aplikasi ini, guru diharapkan juga melek teknologi,” ungkap Haris. Sehingga mereka tidak akan ketinggalan zaman karena sudah menyesuaikan dengan teknologi informasi yang berkembang pesat seperti saat ini.

Sedangkan mengenai guru honorer, di Kota Cirebon menurut Haris terdapat sekitar 1.800 orang. Pihaknya akan berupaya untuk memperhatikan nasib mereka dengan meminta dan mendesak kepada pemerintah pusat untuk secepatnya mencari jalan keluar dari permasalahan guru honorer tersebut. “Karena hanya pemerintah pusat yang bisa menanggulangi permasalahan guru honorer ini,” ungkap Haris.

Pada kesempatan yang sama juga turut dibagikan berbagai hadiah dari berbagai perlombaan yang diselenggarakan dalam rangka HUT Korpri dan Hari Guru tingkat Kota Cirebon tahun 2018.

402 Total Views 6 Views Today

Comments are closed.