Pengetahuan Masyarakat Terhadap Asuransi Syariah Masih Minim

CIREBON- Masyarakat Indonesia masih sangat terbatas pengetahuan terhadap asuransi syariah bahkan hanya sekitar 9,6 persen yang mengetahui keberadaannya.

Demikian diungkapkan Penjabat Wali Kota Cirebon, DR H. Dedi Taufik, MSi saat menghadiri Talkshow Asuransi Syariah Otoritas Jasa Keuangan di Kantor OJK Kota Cirebon, Sabtu (17/11). Dedi mengatakan pemahaman terbatas tentu mengurangi jumlah pengguna asuransi syariah. Padahal peluang masyarakat untuk menggunakan asuransi syariah terbuka lebar.

“Asuransi syariah dapat sejajar dengan asuransi konvensional, kata kuncinya layanan dan inovasi,” ungkap Dedi.

Dedi menambahkan Kota Cirebon ini sudah menjadi Metropolitan Cirebon Raya. Dengan keputusan tersebut kultur masyarakat banyak menerima selain kebutuhan pokok termasuk asuransi.

“Harus ada strategi peluang untuk asuransi syariah kuncinya pelayanan yang bagus untuk masyarakat,” kata Dedi.

Dalam talkhsow menghadirkan pembicara Direktur IKMB Syariah OJK, Moch. Muchlasin, Pengurus Pusat MES, M. Syakir Sula dan Prudential Indonesia, Nurofiq. Muchlasin menerangkan jika sosialisasi asuransi syariah atau kegiatan talk show sudah dilakukan selama 12 kali.

“Memang diperlukan inovasi sehingga asuransi syariah dapat diterima masyarakat. Kami mendorong agar masyarakat menggunakan asuransi syariah,” ujar Muchlasin.

Sementara Syakir mengatakan perlu dibuka Bank Perkreditan Rakyat (BPR) syariah agar program tersebut dapat berjalan secara luas. Saat ini Pemerintah Daerah Kota Cirebon baru memiliki BPR konvensional.

“Berharap semua stakeholder bisa mendesain bagaimana BPR sekarang ini menjadi BPR syariah. Hal ini tentu menambah daya genjot penggunaan asuransi syariah,” tandasnya.

1219 Total Views 6 Views Today