Dapatkan Pelatihan Kompetensi Bidang Informatika, Wali Kota Cirebon Yakin Kualitas Lulusan SMK Meningkat

CIREBON- Wali Kota Cirebon meminta peserta kompetensi bidang informatika mengikuti pelatihan dengan sebaik-baiknya. Bekal yang didapatkan saat pelatihan akan bermanfaat untuk mendapatkan pekerjaan.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH. Usai pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Berbasis SKKNI Bidang Informatika Bagi Angkatan Kerja Muda di salah satu hotel di Cirebon, Senin, 08 April 2019.

“Kepada anak-anak yang mengikuti kegiatan pelatihan ini, harus bisa bersyukur kepada Allah SWT,” ungkap Azis.

Karena tidak setiap anak muda khususnya yang saat ini tengah mencari pekerjaan bisa mengikuti pelatihan ini. Sebagai bentuk rasa syukur, Azis meminta mereka untuk mengikuti setiap materi yang diberikan dengan tekun.

“Jangan sia-siakan materi yang diberikan oleh instruktur,” pinta Azis. Karena materi yang diberikan diyakini Azis akan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak-anak lulusan SMK.

Pada kesempatan yang sama, Azis juga menghaturkan terima kasih kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Barat yang telah menyelenggarakan pelatihan ini.

“Kegiatan ini bisa membuat anak-anak kita terampil di dunia IT,” ungkap Azis.

Juga akan mempermudah mereka mencari pekerjaan setelah lulus SMK. “Harapan kami kegiatan ini akan bisa terus berlangsung setiap tahun secara rutin,”ungkap Azis.

Sehingga akan semakin banyak lulusan SMK yang memiliki sertifikat keahlian di bidangnya masing-masing, termasuk di bidang teknologi informasi.

Sementara itu Kepala BPSDM Provinsi Jawa Barat, Beti Juliati, mengungkapkan pelatihan dilakukan selama 5 hari dan diikuti oleh 55 orang peserta

. “Awalnya target kami hanya 50 orang, namun ternyata melebihi. Kami bersyukur,” ungkap Beti.

Selaindari Kota Cirebon, peserta juga berasal dari sejumlah daerah lainnya di sekitar Kota Cirebon. Syarat peserta yaitu lulusan SMK bidang TIK dengan usia maksimal 28 tahun dan memang belum bekerja.

Adapun tujuan penyelenggaran pelatihan ini yaitu untuk membantu mempercepat sertifikasi kompetensi khususnya bagi angkatan kerja muda. Peserta akan diberikan pelatihan selama 3 hari dan pada hari ke empat dan kelima akan mengikuti ujian.

“setelah lulus, mereka akan mendapatkan sertifikat dari Badan Nasional Sertifikat Profesi (BNSP),” ungkap Beti.

408 Total Views 3 Views Today