RSS
refresh
close
Memuat
Komentar22
add_circle
refresh
close
Memuat
Berikan Komentar Anda
close
Perhatian:
close
Media ini disediakan bagi Anda yang ingin memberikan komentar, saran dan kritik. Bagi Anda yang ingin melaporkan pengaduan atau membutuhkan tanggapan dan respon, silahkan kunjungi laman berikut.
Komentar yang berisi SARA dan Pornografi akan dihapus.
Silahkan masukan nama Anda
Silahkan masukan komentar Anda
refresh
Kata yang Anda masukan tidak sesuai
Informasi Anda:
close
Alamat IP: 54.81.127.81
Sistem Operasi:
Peramban: CCBot versi 2.0
  • ROYAN SULAIMAN
    30 Mei 2017 14:07
    Assalamualaikum
    Pak walikota

    Selamat Menunaikan ibadah puasa
    Saya ingin memberi masukan

    Tiket Masuk ke tempat2 wisata di cirebon sepertinya kemahalan Di Kuningan saja tiket masuk objek wisata - 5000/7000

    Jangan mahal2 agar orang cirebon maupun wisatawan yg datang tidak kapok berkunjung ke cirebon

    Pelanggaran lalu lintas banyak terjadi di depan CSB Mall dan SMK BPK PENABUR, terutama dalam hal melawan arus dan tidak menggunakan helm, kalau bisa U-TURN di depan bekas DAMRI di tutup saja.

    Berkaca pada tahun2 yang lalu Menanggapi fenomena pedagang musiman di alun2 kejaksan/titik yg lainnya di bulan ramadhan, alangkah baiknya bila PEMKOT MEMFASILITASI atau menyediakan tempat/lokasi tertentu agar tertata rapih,dan kendaraan yg datang pun tidak parkir sembarangan

    mari kita jadikan BRAND IMAGE KOTA CIREBON menjadi lebih baik lagi,

    bersih(fasilitas kebersihan ada di setiap area publik)

    indah(pohon2 rindang/taman di setiap perempatan
    baliho2 yg bikin ruwed kalo bisa di copot),

    tertib(pengendara/warganya taat hukum)

    aman (aman dari gengster/kumpulan2 orang yg suka kliaran/kongkow2 di pinggir jalan kalo malem)

    Semoga aspirasi kecil ini di dengar, maju terus kota cirebon.

    Waalaikum salam
  • Reza Bintang
    26 Apr 2017 20:00
    Yth. Pemkot Kota Cirebon
    Saya ingin memberikan sedikit komentar tentang Jalan Cipto MK tepatnya di depan CSB Mall. Dengan keadaan sekarang Kota Cirebon semakin ramai baik oleh masyarakat Cirebon sendiri maupun wisatawan yyang melewati Jlan Cipto MK ini sangat merepotkan karena keadaan selalu macet dan padat,terlebih pada waktu weekend. Saran saya semoga pemkot Cirebon bisa memfokuskan ruas jalan disana menjadi lebih lebar lagi dan apabila memungkinkan dijadikan satu arah saja (one way), mungkin satu arah jalan bisa akan menguraikan kemacetan. Trims
  • mana saber pungli cirebon
    22 Mar 2017 17:09
    https://m.detik.com/news/berita/d-3453929/minta-duit-ke-pemilik-ruko-2-pns-kecamatan-ciracas-kena-ott

    http://www.radarcirebon.com/beredar-info-kpk-geledah-pd-pembangunan-dirut-tak-ada-tamu-dari-kpk.html

    mana saber pungli cirebon,jangan2 cuma formalitas.malu malu.uang pajak rakyat dibagi2, pemda pura2 ga tau,banyak oknum pns yg mainin duit rakyat sih.
  • mana saber pungli,tau laporkan!!!
    22 Mar 2017 16:48
    https://m.detik.com/news/berita/d-3453929/minta-duit-ke-pemilik-ruko-2-pns-kecamatan-ciracas-kena-ott
  • Edis
    21 Mar 2017 09:23
    Assalamulaikum wr.wb.
    Pak wali yang terhormat, saya hanya ingin bertanya kepada bapak tentang berberapa hal :
    1. Apaka di pemkot sudah membentuk tim SABER PUNGLI? Kalau sudah, sejauh mana hasil dari tim SABER PUNGLI, karena masih banyak di sekolah-sekolah negeri yang memungut biaya yang cukup besar terutama pada siswa kelas 6 SD. kalau tidak salah semua kegiatan siswa dibiayai oleh dana BOS. Kalau belum di bentuk kenapa?
    2. Untuk layanan pengaduan masyarakat kenapa sulit dibuka? sekarang zamannya digital, kenapa kta tidak memanfaat media sosial sebalai layanan pengaduan masyarakat biar lebih mudah dan cepat.
    Sekian dan terima kasih. mohon maaf apabilah kata-kata saya ada yang kurang berkenan di hati bapak. sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar2nya.
  • Winayu
    26 Feb 2017 12:38
    Salam...

    Saya hampir setahun tinggal di cirebon. Ketika berkeliling di kota cirebon, saya melihat banyak :
    1. sampah berserakan yakni
    - Di pinggir jalan di sepanjang jalan Siliwangi (Sekitar depan Mall Surya)
    - Area Stadion lapangan sepak bola terdapat sampah di tempaat duduk penonton
    - Area berjualan PKL di stadion ketika hari minggu pagi, sore hari masih terdapat sampah
    - Minggu siang masih terdapat sampah di area bekas car free day
    - Sepanjang jalan pasar kanoman yang terlihat kumuh, dan terdapat genangan air hitam ketika hujan selesai
    - Dan beberapa spot/jalan di kota cirebon
    2. Sungai di belakang grage mall terdapat sampah
    3. Rumput liar di sepanjang trotoar (diantranya di trotoar sekitar jalan Ciptomangunkusumo) dan di jaln samadikun/jl sisingamaaraja
    4. Ruang publik/taman yang saya pikir minim, sehingga susah mencari tempat nongkrong selain di cafe2 dipinggir jalan.
    5. Budaya Tertib berlalu lintas warga yang kurang. Misal : 1 motor dikendarai oleh 3 orang dewasa terlebih tidak menggunakan Helm, pengemudi motor yang tidak menggunakan Helm, menerobos lampu merah untuk pengguna motor dan angkutan umum.

    Sebagai warga baru dan dengan melihat potensi kota cirebon yang masih bisa dikembangkan sebagai kota wisata kuliner dan Budaya (Kraton dan Batik), saya berharap Cirebon bisa menjadi kota wisata yang Bersih, Ramah dan tertib berlalu lintas, dan nyaman untuk warganya dengan menyediakan ruang public sebagai tempat berkumpul/tempat beraktivitas/menyalurkan hobi yang positif bagi pemuda, tempat melepas lelah dan berekreasi untuk keluarga.
  • Iis Nur Afni
    15 Feb 2017 19:30
    Pak Wali yang terhormat,

    Mohon penanggulangan kali Kriyan yang sering banjir. Penyebab banjir karena masyarakat sekitar selalu membuang sampah pada bantaran kali. Hal ini disebabkan tidak adanya tempat pembuangan sampah di daerah kami.
    Maka dari itu saya mewakili penduduk sekitar kali kriyan ingin meminta perhatian Bapak, pada permasalahan banjir yg selalu menjadi momok bagi kami.
    Demikian saya sampaikan, atas perhatian Bapak saya ucapkan terima kasih.
  • IVAN
    1 Feb 2017 15:57
    kenapa di kota cirebon tidak terdaftar data SKPD kota cirebon ?
  • Rizki
    26 Jan 2017 08:38
    Pak wali yang terhormat, saya sudah baca beberapa komentar di situs ini. Saya bersyukur masih ada yang peduli dengan cirebon walau melalui komentar disini. Sedikit memang bila kita bandingkan dengan seluruh penduduk kota cirebon. Pak, zaman memang udah mulai digitalisasi semua pengaduan bisa tertampung secara online. Saya yakin masih banyak warga kota yang ingin bersuara tentang masalah kota dan keluarganya. Jadi, izinkan saya merekomendasikan pak Wali untuk menjemput suara mereka dengan datang ke warga lebih sering dan membuka akun media sosial yang mendekatkan silaturahmi bapak dengan warganya. Jujur saya terinspirasi oleh pak Ridwan Kamil yang selalu menjemput warganya baik secara fisik maupun non fisik. Semoga bisa mengikuti jejak beliau. Matur suwun pak.
  • VANZA
    25 Jan 2017 20:50
    SEPERTI LAYAK NYA DIY PENATAAN KOTA DAN JALUR PEDESTARIAN TERTATA APALGI PARIWISATA NYA .
  • Buka lebih banyak
Informasi Publik
close
Layanan Publik
close
Agenda Wali Kota
close
Memuat
chevron_left
chevron_right
chevron_left
chevron_right
Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Jun
Jul
Agt
Sep
Okt
Nov
Des
close
photo
supervisor_account
schedule
location_city
place
home
Profil
Informasi
menu
Profil
Informasi
icon
STOP KEKERASAN ANAK DAN PEREMPUAN, PEMDA KOTA CIREBON GELAR SEMINAR THREE ENDS
share
share
arrow_upward
STOP KEKERASAN ANAK DAN PEREMPUAN, PEMDA KOTA CIREBON GELAR SEMINAR THREE ENDS
  • schedule22 Februari 2017
  • persondkis04
  • visibility0
  • labelBerita

imageCIREBON – Dalam rangka  mengurangi tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan orang dan kesenjangan ekonomi terhadap perempuan, Pemerintah Daerah Kota Cirebon melaksanakan seminar Theree ends di Gedung Islamic Center Kota Cirebon, Rabu (22/2).

Kegiatan seminar ini akan membahas persoalan mengenai, Kebijakan Pemerintah Daerah Kota Cirebon dalam Perlindungan Perempuan dan Anak, Peranan P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) dan PPT (Pusat Pelayanan Terpadu) RS. Gunung Jati Kota Cirebon dalam Penanggulangan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, Pernan POLRI pada Penegakan Hukum Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, Implementasi Sistem Peradilan Pidana Anak sesuai UU RI No. 11 Tahun 2012. Sementara yang mengisi seminar ini yaitu H. Jamaludin, S.Sos selaku Kepala DSPPPA Kota Cirebon, Drg. Liliana Muliadi selaku Ketua P2TP2A, Yudi S.H dari Polresta Cirebon dan Budi Yuliarno, Bc.IP SH,M.Si selaku BAPAS.image

Dikatakan H. Jamaludin S.Sos dalam pembukaan seminar Theree ends mengatakan bahwa  tujuan seminar ini dilaksanakan merupakan momentum untuk mengurangi kekerasan terhadap perempuan dan anak dan terpenuhinya hak-hak perempuan dan anak serta mengurangi kasus perdagangan manusia dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi perempuan yang berdampak pada kesejahteraan keluarga.

“ Salah satu program unggulan nasional dari kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Republik Indonesia bahwa pada akhir ini adalah program  pengakhiri kekerasan perempuan dan anak dan akhiri perdagangan manusia (tracfiking) serta akhiri kesenjangan ekonomi terhadap perempuan. “ Ujarnya.

Selain itu Jamal mengatakan bahwa kebijakan yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah dengan berbagai upaya dalam melaksanakan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak masih saja di lapangan terdapat adanya kasus-kasus kekerasan terjadap perempuan dan anak.image

“ Banyak upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat karena setiap orang sesungguhnya berhak bebas dari segala bentuk penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat dan martabat manusia. dan kelompok perempuan dan anak merupakan kelompok yang sangat rentan dalam menerima perilaku tersebut sehingga mereka berhak menerima penangana dan pelayanan terpadu. “ tambahnya.

Jamal menegaskan bahwa beradasarkan data yang ada pada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Cirebon selama tahun 2016 telah terjadi sebanyak 40 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Hal ini masuk dalam katagori cukup tinggi dengan kondisi wilayah yang tidak begitu luas.

“ Untuk tingkat kekerasan Perempuan dan Anak Kota Cirebon masih tergolong cukup tinggi namun dibanding dengan data tahun 2015 mengalami penurunan, dan saya harap Kota Cirebon setiap tahunnya dapat mengalami penurunan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak “ Imbuhnya.

Perlu diketahui bahwa dari data yang dimiliki Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Cirebon kasus kekerasan terhadap Perempuan dan Anak yaitu :

  • Tahun 2013 sebanyak 31 kasus
  • Tahun 2014 sebanyak 51 kasus
  • Tahun 2015 sebanyak 62 kasus
  • Tahun 2016 sebanyak 40 kasus

Untuk mengurangi kasus tersebut Pemerintah saat ini memiliki upaya dengan membentuk Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan Surat Keputusan Wali Kota Cirebon di tahun 2015 tentang Pembentukan Pusat Pelayanan Terpadu   Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Cirebon. ***

 

chevron_left
icon
Pemerintah Kota Cirebon Serius Menangani Pedagang kaki lima
SEKDA BUKA RAPAT KERJA PEJABAT PENGELOLA INFORMASI DAN DOKUMENTASI (PPID) TAHUN ANGGARAN 2017
icon
chevron_right