RSS
refresh
close
Memuat
Komentar24
add_circle
refresh
close
Memuat
Berikan Komentar Anda
close
Perhatian:
close
Media ini disediakan bagi Anda yang ingin memberikan komentar, saran dan kritik. Bagi Anda yang ingin melaporkan pengaduan atau membutuhkan tanggapan dan respon, silahkan kunjungi laman berikut.
Komentar yang berisi SARA dan Pornografi akan dihapus.
Silahkan masukan nama Anda
Silahkan masukan komentar Anda
refresh
Kata yang Anda masukan tidak sesuai
Informasi Anda:
close
Alamat IP: 54.92.170.142
Sistem Operasi:
Peramban: CCBot versi 2.0
  • Rizki
    6 Agt 2017 15:18
    Calo di terminal Harjamukti banyak sekali dan petugas resminya tidak ada ketika saya datang (13:50, 6 Agustus 2017. Beli tiket di loket di terminal Harjamukti dan ketika di bus di tukar tiketnya. Rupanya tiketnya beda dengan yang di loket. Ada perbedaan 20 ribu. Bahkan beli tiket di loket pun bisa ditipu. Ampun
  • Wong Pecilon
    27 Jul 2017 13:52
    Pelanggaran lalu lintas banyak terjadi di depan CSB Mall dan SMK BPK PENABUR, terutama dalam hal melawan arus dan tidak menggunakan helm, kalau bisa U-TURN di depan bekas DAMRI di tutup saja.
  • ROYAN SULAIMAN
    30 Mei 2017 14:07
    Assalamualaikum
    Pak walikota

    Selamat Menunaikan ibadah puasa
    Saya ingin memberi masukan

    Tiket Masuk ke tempat2 wisata di cirebon sepertinya kemahalan Di Kuningan saja tiket masuk objek wisata - 5000/7000

    Jangan mahal2 agar orang cirebon maupun wisatawan yg datang tidak kapok berkunjung ke cirebon

    Pelanggaran lalu lintas banyak terjadi di depan CSB Mall dan SMK BPK PENABUR, terutama dalam hal melawan arus dan tidak menggunakan helm, kalau bisa U-TURN di depan bekas DAMRI di tutup saja.

    Berkaca pada tahun2 yang lalu Menanggapi fenomena pedagang musiman di alun2 kejaksan/titik yg lainnya di bulan ramadhan, alangkah baiknya bila PEMKOT MEMFASILITASI atau menyediakan tempat/lokasi tertentu agar tertata rapih,dan kendaraan yg datang pun tidak parkir sembarangan

    mari kita jadikan BRAND IMAGE KOTA CIREBON menjadi lebih baik lagi,

    bersih(fasilitas kebersihan ada di setiap area publik)

    indah(pohon2 rindang/taman di setiap perempatan
    baliho2 yg bikin ruwed kalo bisa di copot),

    tertib(pengendara/warganya taat hukum)

    aman (aman dari gengster/kumpulan2 orang yg suka kliaran/kongkow2 di pinggir jalan kalo malem)

    Semoga aspirasi kecil ini di dengar, maju terus kota cirebon.

    Waalaikum salam
  • Reza Bintang
    26 Apr 2017 20:00
    Yth. Pemkot Kota Cirebon
    Saya ingin memberikan sedikit komentar tentang Jalan Cipto MK tepatnya di depan CSB Mall. Dengan keadaan sekarang Kota Cirebon semakin ramai baik oleh masyarakat Cirebon sendiri maupun wisatawan yyang melewati Jlan Cipto MK ini sangat merepotkan karena keadaan selalu macet dan padat,terlebih pada waktu weekend. Saran saya semoga pemkot Cirebon bisa memfokuskan ruas jalan disana menjadi lebih lebar lagi dan apabila memungkinkan dijadikan satu arah saja (one way), mungkin satu arah jalan bisa akan menguraikan kemacetan. Trims
  • mana saber pungli cirebon
    22 Mar 2017 17:09
    https://m.detik.com/news/berita/d-3453929/minta-duit-ke-pemilik-ruko-2-pns-kecamatan-ciracas-kena-ott

    http://www.radarcirebon.com/beredar-info-kpk-geledah-pd-pembangunan-dirut-tak-ada-tamu-dari-kpk.html

    mana saber pungli cirebon,jangan2 cuma formalitas.malu malu.uang pajak rakyat dibagi2, pemda pura2 ga tau,banyak oknum pns yg mainin duit rakyat sih.
  • mana saber pungli,tau laporkan!!!
    22 Mar 2017 16:48
    https://m.detik.com/news/berita/d-3453929/minta-duit-ke-pemilik-ruko-2-pns-kecamatan-ciracas-kena-ott
  • Edis
    21 Mar 2017 09:23
    Assalamulaikum wr.wb.
    Pak wali yang terhormat, saya hanya ingin bertanya kepada bapak tentang berberapa hal :
    1. Apaka di pemkot sudah membentuk tim SABER PUNGLI? Kalau sudah, sejauh mana hasil dari tim SABER PUNGLI, karena masih banyak di sekolah-sekolah negeri yang memungut biaya yang cukup besar terutama pada siswa kelas 6 SD. kalau tidak salah semua kegiatan siswa dibiayai oleh dana BOS. Kalau belum di bentuk kenapa?
    2. Untuk layanan pengaduan masyarakat kenapa sulit dibuka? sekarang zamannya digital, kenapa kta tidak memanfaat media sosial sebalai layanan pengaduan masyarakat biar lebih mudah dan cepat.
    Sekian dan terima kasih. mohon maaf apabilah kata-kata saya ada yang kurang berkenan di hati bapak. sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar2nya.
  • Winayu
    26 Feb 2017 12:38
    Salam...

    Saya hampir setahun tinggal di cirebon. Ketika berkeliling di kota cirebon, saya melihat banyak :
    1. sampah berserakan yakni
    - Di pinggir jalan di sepanjang jalan Siliwangi (Sekitar depan Mall Surya)
    - Area Stadion lapangan sepak bola terdapat sampah di tempaat duduk penonton
    - Area berjualan PKL di stadion ketika hari minggu pagi, sore hari masih terdapat sampah
    - Minggu siang masih terdapat sampah di area bekas car free day
    - Sepanjang jalan pasar kanoman yang terlihat kumuh, dan terdapat genangan air hitam ketika hujan selesai
    - Dan beberapa spot/jalan di kota cirebon
    2. Sungai di belakang grage mall terdapat sampah
    3. Rumput liar di sepanjang trotoar (diantranya di trotoar sekitar jalan Ciptomangunkusumo) dan di jaln samadikun/jl sisingamaaraja
    4. Ruang publik/taman yang saya pikir minim, sehingga susah mencari tempat nongkrong selain di cafe2 dipinggir jalan.
    5. Budaya Tertib berlalu lintas warga yang kurang. Misal : 1 motor dikendarai oleh 3 orang dewasa terlebih tidak menggunakan Helm, pengemudi motor yang tidak menggunakan Helm, menerobos lampu merah untuk pengguna motor dan angkutan umum.

    Sebagai warga baru dan dengan melihat potensi kota cirebon yang masih bisa dikembangkan sebagai kota wisata kuliner dan Budaya (Kraton dan Batik), saya berharap Cirebon bisa menjadi kota wisata yang Bersih, Ramah dan tertib berlalu lintas, dan nyaman untuk warganya dengan menyediakan ruang public sebagai tempat berkumpul/tempat beraktivitas/menyalurkan hobi yang positif bagi pemuda, tempat melepas lelah dan berekreasi untuk keluarga.
  • Iis Nur Afni
    15 Feb 2017 19:30
    Pak Wali yang terhormat,

    Mohon penanggulangan kali Kriyan yang sering banjir. Penyebab banjir karena masyarakat sekitar selalu membuang sampah pada bantaran kali. Hal ini disebabkan tidak adanya tempat pembuangan sampah di daerah kami.
    Maka dari itu saya mewakili penduduk sekitar kali kriyan ingin meminta perhatian Bapak, pada permasalahan banjir yg selalu menjadi momok bagi kami.
    Demikian saya sampaikan, atas perhatian Bapak saya ucapkan terima kasih.
  • IVAN
    1 Feb 2017 15:57
    kenapa di kota cirebon tidak terdaftar data SKPD kota cirebon ?
  • Buka lebih banyak
Informasi Publik
close
Layanan Publik
close
Agenda Wali Kota
close
Memuat
chevron_left
chevron_right
chevron_left
chevron_right
Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Jun
Jul
Agt
Sep
Okt
Nov
Des
close
photo
supervisor_account
schedule
location_city
place
home
Profil
Informasi
menu
Profil
Informasi
icon
SELAYANG PANDANG RUMAH POTONG HEWAN DPPKP, PEMERINTAH DAERAH KOTA CIREBON
share
share
arrow_upward
SELAYANG PANDANG RUMAH POTONG HEWAN DPPKP, PEMERINTAH DAERAH KOTA CIREBON
  • schedule31 Mei 2017
  • persondkis05
  • visibility0
  • labelBerita

Permintaan produk-produk peternakan khususnya daging terus meningkat oleh karena cepatnya laju pertumbuhan penduduk, kenaikan pendapatan perkapita serta kecenderungan perubahan pola makan yang ditandai dengan bertambahnya kesadaran masyarakat akan arti pentingnya daging sebagai salah satu bahan makanan yang bergizi tinggi. Arus permintaan diatas tidak dapat dilepaskan dari salah satu komponen agribisnis peternakan di sektor hilir yaitu Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang fungsinya sebagai tempat terjadinya proses perubahan dari ternak/ hewan menjadi karkas/ daging

RPH adalah suatu bangunan atau kompleks bangunan dengan desain dan syarat tertentu yang digunakan sebagi tempat memotong hewan bagi konsumsi masyarakat umum. Dengan demikian diharapkan bahwa daging yang diperoleh dapat memenuhi kualitas yang diinginkan. Secara harfiah daging yang diinginkan adalah yang Halal, Aman, Utuh dan Sehat (HAUS) sehingga layak dikonsumsi. maka pemerintah berkewajiban melaksanakan kontrol terhadap fungsi RPH melalui pemeriksaan ante-mortem dan postmortem.

Hal tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1983 tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner, yang pada prinsipnya telah mengatur hal-hal sebagai berikut :

  1. Setiap hewan potong yang akan dipotong harus sehat dan telah diperiksa kesehatannya oleh petugas pemeriksa yang berwenang.
  2. Pemotongan hewan harus dilaksanakan di RPH atau tempat pemotongan hewan lainnya yang ditunjuk oleh pejabat yang berwenang.
  3. Pemotongan hewan potong untuk keperluan keluarga, upacara adat dan keagamaan serta penyembelihan hewan potong secara darurat dapat dilaksanakan diluar RPH tetapi harus dengan mendapat izin terlebih dahulu dari Bupati/ Walikota yang bersangkutan atau pejabat yang ditunjuknya.
  4. Syarat-syarat rumah pemotongan hewan, pekerja, cara pemeriksaan kesehatan, pelaksanaan pemotongan dan pemotongan harus memenuhi ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan.

Salah satu upaya Pemerintah Kota Cirebon dalam memberikan pelayanan khususnya pemeriksaan Ante Mortem dan Post Mortem sehingga dapat memberikan daging yang Halal, Aman, Utuh dan Sehat (HAUS), maka di bangun UPTD Rumah Potong Hewan (RPH) yang dirintis sejak Tahun 1962.

Maksud dan Tujuan didirikannya Rumah Potong Hewan diantaranya tersedianya produk pangan bersumber asal hewan (daging) yang Halal, Aman, Utuh dan Sehat (HAUS)

imageRumah Potong Hewan memiliki 2 buah tempat pemotongan yaitu rumah potong hewan ruminanasia (sapi dan kerbau) dan rumah potong babi yang letak bangunnya dipisahkan oleh jalan kalijaga. Rumah Potong Hewan Kota Cirebon telah bersertifikat halal MUI nomor  : 01024002790611

Berikut adalah kegiatan yang dilakukan di UPTD Rumah Potong Hewan

  1. Penerimaan dan Penampungan Hewan

-  Hewan Ternak diturunkan dengan hati – hati

- Dilakukan pemeriksaan dokumen (SKKH, Keterangan Daerah Asal, Surat Karantina)

- Hewan diistirahatkan minimal 12 jam sebelum dipotong

- Hewan dipuasakan tetapi tetap diberi minum minimal 12 jam sebelum dipotong

- Pemeriksaan Ante Mortem

image

  1. Pemeriksaan Ante Mortem

-   Pemeriksaan dilakukan dokter hewan atau petugas yang ditunjuk

-  Hewan yang sakit atau diduga sakit ditunda pemotongannya, dipisahkan pada kandang isolasi

-   Bila terdapat penyakit menular atau zoonosis, harus segera diambil tindakan yang sesuai dengan prosedur

image

  1. Persiapan Penyembelihan/Pemotongan

- Ruang proses penyembelihan dan peralatan harus dalam kondisi bersih sebelum proses penyembelihan/pemotongan

-   Hewan ternak dibersihkan sebelum masuk ruang pemotongan

-   Hewan ternak digiring ke ruang pemotongan melalui gang way

  1. Proses Penyembelihan/Pemotongan

-  Hewan ternak dijatuhkan dengan meminimalkan rasa sakit/stress

- Apabila ternak telah rebah dan diikat (aman) dilakukan proses penyem belihan/pemotongan dengan sesuai syariat Agama Islam Islam yaitu me motong bagian ventral leher dengan menggunakan pisau yang tajam sekali tekan tanpa diangkat sehingga memutus saluran makan, nafas dan pembuluh darah sekaligus.

-  Setelah ternak benar – benar mati dan mengeluarkan darah sempurna, leher dipotong dan dipisahkan dari badan kemudian kepala digantung untuk dilakukan pemeriksaan

  1. Proses Pengulitan

-  Sebelum proses pengulitan, harus dilakukan pengikatan pada saluran makan di leher dan anus, sehingga isi lambung dan feses tidak keluar dan mencemari karkas

- Pengulitan dilakukan bertahap, diawali membuat irisan panjang pada kulit sepanjang garis dada dan bagian perut. Irisan dilanjutkan sepanjang permukaan dalam (medial) kaki.

-  Kulit dipisahkan mulai dari bagian tengah ke punggung

- Pengulitan harus hati-hati agar tidak terjadi kerusakan pada kulit dan terbuangnya daging

-  Kulit dipisahkan mulai dari bagian tengah ke punggung.

- Pengulitan harus hati-hati agar tidak terjadi kerusakan pada kulit dan terbuangnya daging

  1. Pemeriksaan Post Mortem

- Pemeriksaan postmortem dilakukan oleh dokter hewan atau petugas yang ditunjuk di bawah pengawasan dokter hewan.

- Pemeriksaan postmortem dilakukan terhadap kepala, isi rongga dada dan perut serta karkas.

- Karkas dan organ yang dinyatakan ditolak atau dicurigai harus segera dipisahkan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

- Apabila ditemukan penyakit hewan menular dan zoonosis, maka dokter hewan/petugas yang ditunjuk di bawah pengawasan dokter hewan harus segera mengambil tindakan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan

  1. Proses Pembelahan Karkas

-   Karkas dibelah dua sepanjang tulang belakang dengan kampak yang tajam.

-   Karkas dapat dibelah dua/empat sesuai kebutuhan.

  1. Proses Pengangkutan Karkas

-  Karkas/daging diangkut dengan angkutan khusus daging, sehingga dapat mencegah kontaminasi dari luar.

-  Jeroan dan hasil sampingannya diangkut dengan wadah yang terpisah dengan karkas/daging.

-   Karkas/daging dan jeroan harus disimpan dalam wadah/kemasan sebelum disimpan dalam alat angkut.

-   Untuk menjaga kualitas daging dianjurkan alat angkut karkas/daging dan jeroan dilengkapi dengan alat pendingin (refrigerator)

Fasilitasi, Sosialisasi dan Edukasi dengan Dunia Pendidikan , juga dilakukan di UPTD RPH diantaranya :

image

* Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Yogyakarta berupa fasiltasi mahasiswa koassistensi FKH UGM

* SMUN 3, Cirebon berupa fasilitasi kegiatan ekstra kurikuler Lingkungan Hidup

* Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran Bandung, berupa fasilitasi pengambilan data lapangan revitalisasi RPH Pemerintah di Jawa Barat oleh DR. Ir. Rochadi Tawaf, MS., DR.Ir. Rachmat Setiadi, DR.Ir. Obin Rachmawan, SU, dan Ir. Andre RD., M.Si

image

UPTD Rumah Potong Hewan memiliki beberapa macam pelayanan. Pelayanan yang dilakukan di UPTD Rumah Potong Hewan diantaranya :

  1. Penyediaan fasilitas pemotongan hewan ruminansia (sapi dan kerbau)
  2. Penyediaan fasilitas pemotongan hewan babi
  3. Penyediaan kandang penampungan sapi
  4. Penyediaan kandang penampungan babi
  5. Pemeriksaan antemortum
  6. Pemeriksaan kebuntingan
  7. Pemeriksaan post mortum
  8. Pembuatan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH)
 

Moto Pelayanan : Peduli daging HAUS (Halal Aman Sehat dan Utuh) Sehat Semuanya

Tarif Retribusi Jasa Usaha berdasarkan Perda Nomor 6 tahun 2012 :

Retribusi Sapi :Rp.11.000/ekor

Kandang Penampungan Sapi :Rp.  2000/ekor

Retribusi Babi :Rp.14.000/ekor

Kandang Penampungan Babi : Rp. 2000/ekor

image

JAM PELAYANAN : pukul 07.00 s/d 16.30 WIB

-              Pemotongan Sapi : pukul 22.00 s/d 02.00 WIB (Malam)

-              Pemotongan Babi : pukul 02.00 s/ 05.00 WIB (dini hari)


chevron_left
icon
Kenali Cantrang, Alat Tangkap Ikan yang Dilarang
Kepala Dinas Perhubungan Kota Cirebon Cek Jalur Mudik 2017
icon
chevron_right