RSS
refresh
close
Memuat
Komentar12
add_circle
refresh
close
Memuat
Berikan Komentar Anda
close
Perhatian:
close
Media ini disediakan bagi Anda yang ingin memberikan komentar, saran dan kritik. Bagi Anda yang ingin melaporkan pengaduan atau membutuhkan tanggapan dan respon, silahkan kunjungi laman berikut.
Komentar yang berisi SARA dan Pornografi akan dihapus.
Silahkan masukan nama Anda
Silahkan masukan komentar Anda
refresh
Kata yang Anda masukan tidak sesuai
Informasi Anda:
close
Alamat IP: 54.204.138.206
Sistem Operasi:
Peramban: CCBot versi 2.0
  • VAlentino
    21 Jan 2017 11:51
    mau memneritahukan kepada walikota cirebon agar diperhatikan,pembuatan trotoar masih saja ada pungli dari mandor2 pekerjanya,kita warga cirebon diminta biaya 1,5 juta...ini kan program dari pemda cirebon kenapa masyarakat masi diminta uang,..tolong sekali lagi pemerintah daerah agar diperhatikan...khususnya untuk walikota agar segera ditindak tegas masalah pungli..bagaimana cirebon akan maju klo pungli masih saja beredar secara bebas, agar pemerintah daerah jangan hanya tutup mata dan tutup telinga.TERIMA KASIH
  • Vanza
    15 Jan 2017 15:53
    Kepada yth pemkot kota cirebon.
    Di cirebon ini sangat minim penataan kota yg indah , rapih ,bersih ,dan tertib . Terutama penataan PKL DLL , menurut saya PKL Itu sangat menggangu kenyamanan dan hak para PEDESTARIAN , apalagi PKL ITU sering sekali membuat kawasan kota ini semakin kotor udah kotor malah tambah KOTOR . Saya mohon kpd pihak berwenang untuk menata kawasan ini menjadi lebih baik lagi , bersih ,tertib ,indah dan pintar . Masalah nya dari dulu pkl selalu gagal di tertibkan
    Terima kasih.
  • sunarto
    12 Jan 2017 13:58
    sebegitu SIBUK kah pejabat pem Kota Cirebon
    lihat ...... turun.............. pelanggaran penyalahgunaan ijin bangunan IMB disalah gunakan lho.......
    sampe ga ada waktu..............
  • PENTAAN KOTA,KETERTIBAN KOTA SANGAT KURANG
    11 Jan 2017 19:42
    Kepada Pemerintah terkait,mohon dengan sangat agar kota cirebon ditertibkan,dan ditata dengan sedemikian rupa,menurut saya sudah kelewatan melampaui batas,lihat saja kota,kabupaten tetangga
    di kota cirebon para pedagang kaki lima bebas berjualan dimana mana menyebabkan tidak enk dipandang,sangat mengganggu ketertiban.,para angkot dan tukang becak sembarangan berhenti,semua jalan dpat dilalui,
    mana kerja pemerintah terkait di kota cirebon,
    gaji saja mau trimaa tiap bulan,tp tdk ada kerja nyata yg membuat warga cirebon nyaman
  • sunarto
    11 Jan 2017 14:27
    LIHAT Bangunan GUdang nya terutama Bagian Belakan
  • sunarto
    11 Jan 2017 14:25
    pejabat DPUPSDM, Satpol PP, KLH, PTSP

    Kemana saja anda semua
    kami pembayar PAJAK menuntut hak kami
    kewajiban anda bagaimana
  • sunarto
    11 Jan 2017 14:17
    pejabat yang berkompeten
    pa RW yang kebetulan juga masih berdinas di DPUPR bertitel haji seperti dibutakan dengan keberatan warga lebih berpihak ke pemilik modal
    mudah mudahan di forum ini masih ada pejabat lain yang membaca ini dan masih punya hati nurani walaupun belum berangkat haji
    kami berterimakasih bila ada pejabat pemda kota cirebon yang peduli menindaklanjuti keluhan kami ini
    mumpung pembangunan masih kira2 30 %
    hai para pejabat kota dengarkan keluhan kami
  • sunarto
    11 Jan 2017 14:11
    yang terhormat pejabat pemda kota cirebon yang terkait dengan Ijin bangunan
    mohon ditinjau ke wilayah RW 05 Kesambi baru RT 2 jalan kesambi baru
    penyalah gunaan SEmpadan bangunan ijin pembangunan Gudang di lingkungan pemukiman tanpa meminta ijin teteangga pihak pengurus RT Rw lalai
    bangunan menyalahi aturan SEMPADAN walaupun mengantongi IMB tapi pelaksanaanya inalillahi tidak mengindahkan aturan sempadan dan amdal lingkungan
    bangunan gudang dengan ketinggian lebih dari 20 meter
  • saran pdam cirebon bisa ONLINE daftar baru, cabut,dll
    10 Jan 2017 08:26
    pa, ko pdam cirebon JADUL banget, bikin web http://pdamkotacirebon.co.id/ ga bisa akses online bayar daftar baru, cabut, aduan,dll. kalah sama pemimpin di jakarta contohnya aetra,pdam jakarta bisa online semua sehari max seminggu kelar.
    sekarang http://pdamkotacirebon.co.id/ ke hacker, pertanda lemah pengawasan, pertanda ada yg mau di cokok KPK!!
  • tio
    14 Nov 2016 20:43
    Pegawai PDAM TUPAREV ga profeisonal, apalagi melayani. banyak pegawai PDAM NGEROKOK, jalan2, makan2(pemberian orang ?) di ruang kerja pada saat jam kerja!!!, klo sifat bawahan begitu jelek,itu cermin sifat asli atasannya. terutama bagian penyambungan pipa pdam baru, SELALU bagian BIAYA ga TRANSPARAN, GA ADA RINCIANNYA.BIAYA TETAP DAN VARIABEL. selalu liat dilapangan dulu baru ada biayanya(pelayanan kelas apa ini), padahal ada biaya yg pernah dikeluarkan di daerah tsb sebelumnya. terus waktu pengerjaan ga jelas patokan bisa bulanan (gile) alesannya meteran abis (alasan klise).ga ada rinciannya detail biaya, langsung jebret 7 jutaan.moga2 Pa Jokowi sidak pungli di PDAM tuparev cirebon.

    ga bisa online seperti PLN sambung baru ato aetra jakarta.kalah inovasi sama BUMD lain (emang disengaja x, dibiarkan, biar rejeki tatap muka ga ilang)
  • Buka lebih banyak
Informasi Publik
close
Layanan Publik
close
Agenda Wali Kota
close
Memuat
chevron_left
chevron_right
chevron_left
chevron_right
Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Jun
Jul
Agt
Sep
Okt
Nov
Des
close
photo
supervisor_account
schedule
location_city
place
home
Profil
Informasi
menu
Profil
Informasi
icon
Kesultanan Keraton Kanoman Gelar Tradisi Gerebeg Syawal
share
share
arrow_upward
Kesultanan Keraton Kanoman Gelar Tradisi Gerebeg Syawal
  • schedule7 September 2011
  • personadmin
  • visibility337
  • labelBerita

imageSetelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh kemudian disempurnakan dengan puasa sunnah di bulan Syawal selama tujuh hari, keluarga besar Keraton Kanoman Cirebon mempunyai agenda rutin tahunan berziarah ke makam Sunan Gunung Jati yang dikenal dengan sebutan Gerebeg Syawal. Dalam pelaksanaannya, ritual tahunan ini selalu melibatkan ribuan masyarakat dari berbagai daerah yang ingin turut serta berziarah, mendoakan sambil mengenang kebesaran Sunan Gunung Jati yang telah berjasa menyebarkan agama Islam di Nusantara atau bahkan mengharapkan berkahnya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya keluarga besar Kesultanan Keraton Kanoman menjalankan ritual Grebeg Syawal diiringi ribuan masyarakat dari berbagai daerah yang mengharapkan berkah di Komplek Makam Sunan Gunung Jati di Astana Gunung Sembung, tepatnya di Desa Astana, Kecamatan Gunung jati, Kabupaten Cirebon Jawa Barat. Ritual diawali dengan kedatangan Sultan Kanoman XII Sultan Raja Muhammad Emirudin beserta kerabat di kompleks makam sekitar pkl. 06.30 WIB.

Kehadiran keluarga besar keraton ini akan disambut oleh ribuan masyarakat yang sudah berada di tempat tersebut sejak satu hari sebelumnya. Rombongan Keluarga Keraton kemudian berjalan melewati sembilan pintu menuju makam Sunan Gunung Jati yang hanya dibuka pada saat-saat tertentu saja dan atas seijin sultan. Tujuh pintu utama yang dilewati keluarga keraton namun terlarang bagi masyarakat biasa yaitu Pintu Pasujudan, Pintu Kandok, Pintu Pandan, Pintu Soko, Pintu Kaca, Pintu Bacem, dan Pintu Gusti. Sedangkan bagi masyarakat biasa hanya diperbolehkan memasuki areal pemakaman hanya sampai di Pintu Pasujudan atau lebih dikenal dengan sebutan Lawang Gede.

Ratu Arimbi selaku juru bicara Keraton Kanoman  menerangkan keluarga Kesultanan Keraton Kanoman tersebut akan melakukan doa bersama, tahlilan dan dzikir di komplek pemakaman Sunan Gunung Jati tersebut atau yang lebih dikenal dengan nama Gedong Djinem. "Keluarga keraton akan melakukan tujuh kali doa bersama, tahlil dan dzikir di tujuh areal pemakaman mulai dari makam Sunun Gunung Jati hingga komplek makam cicit Sunan Gunung Jati yang menjadi raja kanoman generasi kedua. Semuanya dilakukan menghadap kiblat dan akan diakhiri dengan tutup doa menghadap Pintu Pasujudan sekaligus penutupan kembali pintu tersebut atas ijin Sultan.

Selama keluarga Sultan Kanoman beserta kerabat menjalankan doa bersama, para peziarah diperbolehkan melakukan kegiatan serupa namun hingga sebatas Lawang Gede dan areal pemakaman di sekitarnya serta diperkenankan untuk melakukan sawer (melemparkan uang dan bunga) ke arah Lawang Gede. Setelah melakukan tahlil dan doa penutup didepan Pintu Pasujudan, Sultan dan kerabat beristirahat bersama di Pesanggrahan sambil menikmati hidangan yang telah disediakan oleh para kemit (penjaga makam). Sambil beristirahat, Sultan bersama kerabat melakukan Surak atau membagikan uang logam dengan cara dilemparkan ke arah kerumunan peziarah. "Tujuan dari tradisi ini adalah sebagai ungkapan ras syukur Keraton Kanoman telah menyelesaikan ibadah puasa selama satu bulan dan disempurnakan dengan puasa sunnah selama satu tujuh hari sesuai anjuran Rasul".

Gerebeg Ageng merupakan acara rutin yang digelar Keraton Kanoman Cirebon, meskpin kegiatan tidak seramai acara Gerebeg Syawal yang kerap digelar sepeken setelah Idul Fitri, namun acara Gerebeg Ageng berjalan khidmat dan di ikuti ratusan warga dari berbagai daerah. Berdasarkan informasi, prosesi Gerebeg Ageng yang langsung dipimpin Sultan Kanoman, Pangeran Raja Muhamad Emirudin turut diikuti seluruh keluarga keraton. Dalam kesempatan itu juga turut hadir Pangeran Patih Qodirun didampingi para kerabat keraton. Seperti halnya Gerebeg Syawal, prosesi Gerebeg Ageng dilakukan sejak pagi sekitar pukul 06.30 WIB. Sultan Kanoman dan dan Pangeran Patih Qodirun tampak mengenakan jubah emas yang kerap digunakan dalam setiap acara-acara tradisi keraton. Setelah sultan dan kerabat masuk kedalam Komplek  Astana Gunung Jati, prosesi diawali dengan salat bersama di Masjid Sunan Gunung Jati yang berada tepat di tengah-tengah area makam. Setelah melakukan salat bersama, sultan bersilaturahmi dengan kerabat keraton. Sementara itu, masyarakat umum yang memenuhi masjid serta pelataran makam Gunung Jati, diberikan kesempatan untuk langsung bersilaturahmi dengan sultan dan kerabat. Dalam acara ini,  warga akan berebut menyalami. Prosesi silaturahmi dengan sultan ini, merupakan momentum yang dianggap penting bagi para pengunjung. Pasalnya, mereka dapat langsung menyalami, atau sekadar mencium tangan sultan yang diyakini bakal mendatangkan berkah.Setelah bersalaman dengan masyarakat, lantas sultan dan keluarga menuju kompleks pemakamanan Gunung Jati guna melakukan ziarah.

Selanjutnya, sultan membuka Pintu Pasujudan yang merupakan gerbang utama menuju makam Sunan Gunung Jati. Pintu pasujudan ini, hanya dibuka dua kali dalam setahun yakni pada saat hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Tepat di depan pintu tersebut, sultan dan keluarga melakukan doa bersama yang diikut warga yang berderet di bagian belakang. "Kegiatan Gerebeg Ageng ini, merupakan salah satu acara yang dimaknai sebagai upaya untuk mengikat tali silaturahmi antara keluarg keraton dan masyarakat umum," tutur juru bicara keraton Kanoman Ratu Arimbi. Ratu Arimbi  menegaskan, kegiatan ini juga digelar guna mengingatkan masyarakat yang kerap berziarah ke makam Sunan Gunung Jati agar tidak terjebak ke arah musyrik. Hal itu, dicontoh keluarga keraton dengan melakukan tahlil, doa bersama dan salat sunah tanpa ada kegiatan lain yang mengarah kepada kemusyrikan.


chevron_left
icon
Halal bi Halal Pemerintah Kota Cirebon
Keraton Kasepuhan alami lonjakan pengunjung 325 %
icon
chevron_right