RSS
refresh
close
Memuat
Komentar21
add_circle
refresh
close
Memuat
Berikan Komentar Anda
close
Perhatian:
close
Media ini disediakan bagi Anda yang ingin memberikan komentar, saran dan kritik. Bagi Anda yang ingin melaporkan pengaduan atau membutuhkan tanggapan dan respon, silahkan kunjungi laman berikut.
Komentar yang berisi SARA dan Pornografi akan dihapus.
Silahkan masukan nama Anda
Silahkan masukan komentar Anda
refresh
Kata yang Anda masukan tidak sesuai
Informasi Anda:
close
Alamat IP: 23.20.157.174
Sistem Operasi:
Peramban: CCBot versi 2.0
  • Reza Bintang
    26 Apr 2017 20:00
    Yth. Pemkot Kota Cirebon
    Saya ingin memberikan sedikit komentar tentang Jalan Cipto MK tepatnya di depan CSB Mall. Dengan keadaan sekarang Kota Cirebon semakin ramai baik oleh masyarakat Cirebon sendiri maupun wisatawan yyang melewati Jlan Cipto MK ini sangat merepotkan karena keadaan selalu macet dan padat,terlebih pada waktu weekend. Saran saya semoga pemkot Cirebon bisa memfokuskan ruas jalan disana menjadi lebih lebar lagi dan apabila memungkinkan dijadikan satu arah saja (one way), mungkin satu arah jalan bisa akan menguraikan kemacetan. Trims
  • mana saber pungli cirebon
    22 Mar 2017 17:09
    https://m.detik.com/news/berita/d-3453929/minta-duit-ke-pemilik-ruko-2-pns-kecamatan-ciracas-kena-ott

    http://www.radarcirebon.com/beredar-info-kpk-geledah-pd-pembangunan-dirut-tak-ada-tamu-dari-kpk.html

    mana saber pungli cirebon,jangan2 cuma formalitas.malu malu.uang pajak rakyat dibagi2, pemda pura2 ga tau,banyak oknum pns yg mainin duit rakyat sih.
  • mana saber pungli,tau laporkan!!!
    22 Mar 2017 16:48
    https://m.detik.com/news/berita/d-3453929/minta-duit-ke-pemilik-ruko-2-pns-kecamatan-ciracas-kena-ott
  • Edis
    21 Mar 2017 09:23
    Assalamulaikum wr.wb.
    Pak wali yang terhormat, saya hanya ingin bertanya kepada bapak tentang berberapa hal :
    1. Apaka di pemkot sudah membentuk tim SABER PUNGLI? Kalau sudah, sejauh mana hasil dari tim SABER PUNGLI, karena masih banyak di sekolah-sekolah negeri yang memungut biaya yang cukup besar terutama pada siswa kelas 6 SD. kalau tidak salah semua kegiatan siswa dibiayai oleh dana BOS. Kalau belum di bentuk kenapa?
    2. Untuk layanan pengaduan masyarakat kenapa sulit dibuka? sekarang zamannya digital, kenapa kta tidak memanfaat media sosial sebalai layanan pengaduan masyarakat biar lebih mudah dan cepat.
    Sekian dan terima kasih. mohon maaf apabilah kata-kata saya ada yang kurang berkenan di hati bapak. sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar2nya.
  • Winayu
    26 Feb 2017 12:38
    Salam...

    Saya hampir setahun tinggal di cirebon. Ketika berkeliling di kota cirebon, saya melihat banyak :
    1. sampah berserakan yakni
    - Di pinggir jalan di sepanjang jalan Siliwangi (Sekitar depan Mall Surya)
    - Area Stadion lapangan sepak bola terdapat sampah di tempaat duduk penonton
    - Area berjualan PKL di stadion ketika hari minggu pagi, sore hari masih terdapat sampah
    - Minggu siang masih terdapat sampah di area bekas car free day
    - Sepanjang jalan pasar kanoman yang terlihat kumuh, dan terdapat genangan air hitam ketika hujan selesai
    - Dan beberapa spot/jalan di kota cirebon
    2. Sungai di belakang grage mall terdapat sampah
    3. Rumput liar di sepanjang trotoar (diantranya di trotoar sekitar jalan Ciptomangunkusumo) dan di jaln samadikun/jl sisingamaaraja
    4. Ruang publik/taman yang saya pikir minim, sehingga susah mencari tempat nongkrong selain di cafe2 dipinggir jalan.
    5. Budaya Tertib berlalu lintas warga yang kurang. Misal : 1 motor dikendarai oleh 3 orang dewasa terlebih tidak menggunakan Helm, pengemudi motor yang tidak menggunakan Helm, menerobos lampu merah untuk pengguna motor dan angkutan umum.

    Sebagai warga baru dan dengan melihat potensi kota cirebon yang masih bisa dikembangkan sebagai kota wisata kuliner dan Budaya (Kraton dan Batik), saya berharap Cirebon bisa menjadi kota wisata yang Bersih, Ramah dan tertib berlalu lintas, dan nyaman untuk warganya dengan menyediakan ruang public sebagai tempat berkumpul/tempat beraktivitas/menyalurkan hobi yang positif bagi pemuda, tempat melepas lelah dan berekreasi untuk keluarga.
  • Iis Nur Afni
    15 Feb 2017 19:30
    Pak Wali yang terhormat,

    Mohon penanggulangan kali Kriyan yang sering banjir. Penyebab banjir karena masyarakat sekitar selalu membuang sampah pada bantaran kali. Hal ini disebabkan tidak adanya tempat pembuangan sampah di daerah kami.
    Maka dari itu saya mewakili penduduk sekitar kali kriyan ingin meminta perhatian Bapak, pada permasalahan banjir yg selalu menjadi momok bagi kami.
    Demikian saya sampaikan, atas perhatian Bapak saya ucapkan terima kasih.
  • IVAN
    1 Feb 2017 15:57
    kenapa di kota cirebon tidak terdaftar data SKPD kota cirebon ?
  • Rizki
    26 Jan 2017 08:38
    Pak wali yang terhormat, saya sudah baca beberapa komentar di situs ini. Saya bersyukur masih ada yang peduli dengan cirebon walau melalui komentar disini. Sedikit memang bila kita bandingkan dengan seluruh penduduk kota cirebon. Pak, zaman memang udah mulai digitalisasi semua pengaduan bisa tertampung secara online. Saya yakin masih banyak warga kota yang ingin bersuara tentang masalah kota dan keluarganya. Jadi, izinkan saya merekomendasikan pak Wali untuk menjemput suara mereka dengan datang ke warga lebih sering dan membuka akun media sosial yang mendekatkan silaturahmi bapak dengan warganya. Jujur saya terinspirasi oleh pak Ridwan Kamil yang selalu menjemput warganya baik secara fisik maupun non fisik. Semoga bisa mengikuti jejak beliau. Matur suwun pak.
  • VANZA
    25 Jan 2017 20:50
    SEPERTI LAYAK NYA DIY PENATAAN KOTA DAN JALUR PEDESTARIAN TERTATA APALGI PARIWISATA NYA .
  • VAlentino
    21 Jan 2017 11:51
    mau memneritahukan kepada walikota cirebon agar diperhatikan,pembuatan trotoar masih saja ada pungli dari mandor2 pekerjanya,kita warga cirebon diminta biaya 1,5 juta...ini kan program dari pemda cirebon kenapa masyarakat masi diminta uang,..tolong sekali lagi pemerintah daerah agar diperhatikan...khususnya untuk walikota agar segera ditindak tegas masalah pungli..bagaimana cirebon akan maju klo pungli masih saja beredar secara bebas, agar pemerintah daerah jangan hanya tutup mata dan tutup telinga.TERIMA KASIH
  • Buka lebih banyak
Informasi Publik
close
Layanan Publik
close
Agenda Wali Kota
close
Memuat
chevron_left
chevron_right
chevron_left
chevron_right
Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Jun
Jul
Agt
Sep
Okt
Nov
Des
close
photo
supervisor_account
schedule
location_city
place
home
Profil
Informasi
menu
Profil
Informasi
icon
Cirebon Merangkul Dunia Internasional
share
share
arrow_upward
Cirebon Merangkul Dunia Internasional
  • schedule21 Desember 2015
  • personkukuh
  • visibility879
  • labelBerita
   

imageKota Cirebon sebagai Kota sejak abad ke 14 M sudah dikenal oleh bangsa-bangsa diluar Nusantara. Pada hari ini (18/12) akan dilaksanakan persemian Pusat Hubungan Internasional Cirebon (PHIC) sebagai upaya kesiapan Kota Cirebon untuk menjalin kerjasama dengan dunia internasional.

Surat Keputusan pendirian PHIC yang ditandatangani oleh Walikota Cirebon, Drs. Nasrudin Azis, S.H., mengamanatkan keterlibatan PHIC didalam kegiatan-kegiatan -termasuk- ekonomi, sosial budaya, pendidikan dan pariwisata yang terjadi di Kota Cirebon.

Walikota Cirebon, Drs. Nasrudin Azis, SH, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Cirebon sangat antusias dalam mendukung terbentuknya PHIC, “Kami berharap dengan terbentuknya PHIC, dapat mencatatkan kembali Kota Cirebon sebagai Kota Internasional, dengan kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan pembangunan di Kota Cirebon yang akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Cirebon.”

Pendiri program Kota Kembar (Sister Cities) antara Kota Bogor Jawa Barat dengan St. Louis, Missouri, Amerika Serikat, Alexander Soetjipto MBA, mengutarakan: "Sebagai salah satu penggerak dari Gugus Tugas Sister Cities pada Indonesian Diaspora Network (IDN), saya melihat pendirian PHIC ini sebagai langkah positif bagi Kota Cirebon untuk mengkonsolidasikan kepentingan Internasional dari masing-masing stakeholder (pelaku) nya, sehingga strategi, arah dan tujuan dari masing-masing stakeholder termaksud dalam kiat Internasional mereka akan lebih mudah untuk dikoordinasikan dengan sesama stakeholder dan lebih cepat untuk direalisasikan. Dengan demikian, potensi Internasional Kota Cirebon yang luar biasa itu bisa semakin ditampilkan di mancanegara."

"Kami anggota-anggota IDN, yang adalah asset bangsa Indonesia yang tersebar di seluruh penjuru dunia ini, sudah bertekat untuk membantu bangsa tercinta ini dengan sebaik mungkin. Membantu pemerintah Kota Cirebon untuk menjadi kota Internasional adalah salah satu bentuk sumbangsih kami untuk Indonesia Raya," tambah Soetjipto yang juga adalah aktivis di St. Louis Center for International Relations di Amerika Serikat.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Cirebon, Ir. Vicky Sunarya, mengharapkan semoga PHIC dapat menjadi akses bagi pemerintah maupun masyarakat Cirebon untuk dapat lebih membuka ruang komunikasi dengan berbagai pihak baik skala nasional maupun internasional dalam rangka bertukar informasi untuk memperluas wawasan dan orientasi pola pikir agar pemerintah dan masyarakat kota Cirebon dapat lebih eksis di era globalisasi ini, tidak hanya menjadi objek "pergerakan globalisasi" tetapi menjadi "pelaku" dalam era kesemestaan ini.

Staf Ahli Sekjen DPD RI, Prof. DR. Triyuni Soemartono, dalam ucapan selamatnya atas peresmian PHIC, yang pernah disampaikannya kepada Walikota Cirebon beberapa bulan yang lalu itu, menyarankan agar PHIC ini memulai penanda-tanganan 'Letter of Intent' dulu baru kemudian meningkat ke 'Memorandum of Understanding' setelah merasa 'pas' dengan pasangan-pasangan yang ditujunya.

Dra. Galih Permata Apsari, inisiator Cirebon Sister Cities / PHIC menekankan : " Saya berharap PHIC akan membawa kemajuan untuk masyarakat Cirebon melalui kerjasama dengan pihak Internasional, dengan begitu masyarakat dapat mengadopsi pengaruh positif dari mancanegara tanpa merubah kultur dan budaya mereka sendiri."

Sultan P.R.A. Arief Natadiningrat, S.E., dari Keraton Kasepuhan sangat mengaprisiasi dan mendukung pendirian PHIC ini berharap agar dengan adanya PHIC maka akan lebih terwujudlah Kota Cirebon sebagai Kota Wali (Religius), Kota Budaya,  Kota Pariwisata, Kota Peradaban Dunia, dan Cirebon sebagai “The World Heritage" berwawasan global dan menjadi kota internasional yang patut dibanggakan.

Acara peresmian PHIC ini juga dihadiri oleh beberapa eksekutif dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta yang tergabung dalam Regional Liaison Officer Team for Cirebon.

Direlease oleh:

Humas Pemerintah Kota Cirebon dan PEMDA BERKARYA, INV.


chevron_left
icon
"Gerakan Semangat" Pasukan Pengamanan Natal dan Tahun Baru 2015
Percepatan Kebijakan Satu Peta pada Skala 1:50.000
icon
chevron_right