RSS
refresh
close
Memuat
Komentar16
add_circle
refresh
close
Memuat
Berikan Komentar Anda
close
Perhatian:
close
Media ini disediakan bagi Anda yang ingin memberikan komentar, saran dan kritik. Bagi Anda yang ingin melaporkan pengaduan atau membutuhkan tanggapan dan respon, silahkan kunjungi laman berikut.
Komentar yang berisi SARA dan Pornografi akan dihapus.
Silahkan masukan nama Anda
Silahkan masukan komentar Anda
refresh
Kata yang Anda masukan tidak sesuai
Informasi Anda:
close
Alamat IP: 54.197.136.128
Sistem Operasi:
Peramban: CCBot versi 2.0
  • Iis Nur Afni
    15 Feb 2017 19:30
    Pak Wali yang terhormat,

    Mohon penanggulangan kali Kriyan yang sering banjir. Penyebab banjir karena masyarakat sekitar selalu membuang sampah pada bantaran kali. Hal ini disebabkan tidak adanya tempat pembuangan sampah di daerah kami.
    Maka dari itu saya mewakili penduduk sekitar kali kriyan ingin meminta perhatian Bapak, pada permasalahan banjir yg selalu menjadi momok bagi kami.
    Demikian saya sampaikan, atas perhatian Bapak saya ucapkan terima kasih.
  • IVAN
    1 Feb 2017 15:57
    kenapa di kota cirebon tidak terdaftar data SKPD kota cirebon ?
  • Rizki
    26 Jan 2017 08:38
    Pak wali yang terhormat, saya sudah baca beberapa komentar di situs ini. Saya bersyukur masih ada yang peduli dengan cirebon walau melalui komentar disini. Sedikit memang bila kita bandingkan dengan seluruh penduduk kota cirebon. Pak, zaman memang udah mulai digitalisasi semua pengaduan bisa tertampung secara online. Saya yakin masih banyak warga kota yang ingin bersuara tentang masalah kota dan keluarganya. Jadi, izinkan saya merekomendasikan pak Wali untuk menjemput suara mereka dengan datang ke warga lebih sering dan membuka akun media sosial yang mendekatkan silaturahmi bapak dengan warganya. Jujur saya terinspirasi oleh pak Ridwan Kamil yang selalu menjemput warganya baik secara fisik maupun non fisik. Semoga bisa mengikuti jejak beliau. Matur suwun pak.
  • VANZA
    25 Jan 2017 20:50
    SEPERTI LAYAK NYA DIY PENATAAN KOTA DAN JALUR PEDESTARIAN TERTATA APALGI PARIWISATA NYA .
  • VAlentino
    21 Jan 2017 11:51
    mau memneritahukan kepada walikota cirebon agar diperhatikan,pembuatan trotoar masih saja ada pungli dari mandor2 pekerjanya,kita warga cirebon diminta biaya 1,5 juta...ini kan program dari pemda cirebon kenapa masyarakat masi diminta uang,..tolong sekali lagi pemerintah daerah agar diperhatikan...khususnya untuk walikota agar segera ditindak tegas masalah pungli..bagaimana cirebon akan maju klo pungli masih saja beredar secara bebas, agar pemerintah daerah jangan hanya tutup mata dan tutup telinga.TERIMA KASIH
  • Vanza
    15 Jan 2017 15:53
    Kepada yth pemkot kota cirebon.
    Di cirebon ini sangat minim penataan kota yg indah , rapih ,bersih ,dan tertib . Terutama penataan PKL DLL , menurut saya PKL Itu sangat menggangu kenyamanan dan hak para PEDESTARIAN , apalagi PKL ITU sering sekali membuat kawasan kota ini semakin kotor udah kotor malah tambah KOTOR . Saya mohon kpd pihak berwenang untuk menata kawasan ini menjadi lebih baik lagi , bersih ,tertib ,indah dan pintar . Masalah nya dari dulu pkl selalu gagal di tertibkan
    Terima kasih.
  • sunarto
    12 Jan 2017 13:58
    sebegitu SIBUK kah pejabat pem Kota Cirebon
    lihat ...... turun.............. pelanggaran penyalahgunaan ijin bangunan IMB disalah gunakan lho.......
    sampe ga ada waktu..............
  • PENTAAN KOTA,KETERTIBAN KOTA SANGAT KURANG
    11 Jan 2017 19:42
    Kepada Pemerintah terkait,mohon dengan sangat agar kota cirebon ditertibkan,dan ditata dengan sedemikian rupa,menurut saya sudah kelewatan melampaui batas,lihat saja kota,kabupaten tetangga
    di kota cirebon para pedagang kaki lima bebas berjualan dimana mana menyebabkan tidak enk dipandang,sangat mengganggu ketertiban.,para angkot dan tukang becak sembarangan berhenti,semua jalan dpat dilalui,
    mana kerja pemerintah terkait di kota cirebon,
    gaji saja mau trimaa tiap bulan,tp tdk ada kerja nyata yg membuat warga cirebon nyaman
  • sunarto
    11 Jan 2017 14:27
    LIHAT Bangunan GUdang nya terutama Bagian Belakan
  • sunarto
    11 Jan 2017 14:25
    pejabat DPUPSDM, Satpol PP, KLH, PTSP

    Kemana saja anda semua
    kami pembayar PAJAK menuntut hak kami
    kewajiban anda bagaimana
  • Buka lebih banyak
Informasi Publik
close
Layanan Publik
close
Agenda Wali Kota
close
Memuat
chevron_left
chevron_right
chevron_left
chevron_right
Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Jun
Jul
Agt
Sep
Okt
Nov
Des
close
photo
supervisor_account
schedule
location_city
place
home
Profil
Informasi
menu
Profil
Informasi
icon
Cara Cepat Menuju Indonesia Hebat
share
share
arrow_upward
Cara Cepat Menuju Indonesia Hebat
  • schedule22 April 2016
  • personadmin
  • visibility324
  • labelBerita
image Ketua Komisariat Wilayah III Apeksi yang juga Walikota Bandung Ridwan Kamil memaparkan upaya Pemkot Bandung menggandeng investor untuk menyiasati keterbatasan dana pemerintah dalam membangun.  

Bukan tanpa alasan kalau Rapat Kerja Komisariat Wilayah III Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2016 di Kota Cirebon sengaja mengambil tema pengembangan pembangunan melalui skema kerjasama pemerintah dengan badan usaha (public private partnership) dalam upaya percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas serta ketersediaan pelayanan publik di daerah.

Kendala klasik keterbatasan anggaran yang selama ini dilekatkan sebagai alasan lambatnya laju pembangunan dihampir seluruh wilayah Indonesia, sementara di sisi lain ada banyak sumber dana dari swasta yang sebenarnya bisa diakses dengan mudah, menjadi alasan utamanya.

"Apalagi Walikota Bandung yang juga Ketua Komwil III APEKSI sudah mempraktekan dan berhasil. Forum Raker ini kan bisa menjadi ruang berbagi dan diskusi untuk kita-kita di kota lainnya, bisa memanfaatkan juga dana swasta, tanpa tersandung aturan", kata Walikota Cirebon Nasrudin Azis di sela-sela Raker yang digelar di Hotel Santika Rabu (20/4/2016).

Walikota Bandung yang juga Ketua Komwil III Apeksi Ridwan Kamil dalam paparannya saat diskusi mengungkapkan, saat ini sejumlah regulasi sudah disiapkan pemerintah pusat sebagai payung hukum bagi daerah yang ingin memanfaatkan dana investor dalam membiayai pembangunan di daerahnya.

Menurut Emil, cara memanfaatkan dana investor tersebut terbukti sangat praktis dan efektif dalam membiayai pembangunan di kota-kota besar di dunia. Kota-kota besar di dunia, katanya, pembangunan berjalan bukan hanya cepat tapi malah melompat. Menurut Emil di Kota Nottingham Inggris, hampir semua pembangunan dari mulai rumah sakit, sampai infrastruktur dan sarana transportasi dibangun hanya menyiapkan regulasi. "Sementara di Indonesia pembangunan sangat lambat," tukasnya.

Dengan cara memanfaatkan dana investor, upaya pembangunan yang dengan cara konvensional baru bisa kelar 30 tahun ke depan, bisa dipercepat hanya butuh maksimal 5 tahun. "Kuncinya kita di daerah harus kompak, kurangi kompetisi dan perbanyak kolaborasi. Buat apa berorganisasi tapi tidak ada manfaat yang didapat," ujarnya.

Emil bahkan menjamin kalau semua daerah, atau paling tidak 25 Pemerintah Kota anggota Komwil III APEKSI memanfaatkan cara tersebut, Malaysia bakal tersisih. "Bahkan dalam 5 tahun bakal mampu mengejar Singapura," katanya.

Kesimpulannya, ada dua "rute" menjalankan roda pemerintahan yang bisa ditempuh yakni rute konvensional yang lama dan ribet, serta rute inovasi yang cepat dan praktis. Semangat tanpa kenal lelah, siap repot dan capai, menjadi syarat utama bagi Walikota yang berniat memanfaatkan jalur menjemput dana.

Menurut itung-itungan Emil, dana corporate social responsibility (CSR) perusahaan perusahaan besar di Indonesia saja setiap tahun paling tidak tersedia Rp 20 triliun, yang bisa diakses untuk membiayai pembangunan.

Ada sejumlah cara mendapatkan sumber pembiayaan dari swasta yakni dengan menjual obligasi daerah atau surat utang yang bakal mendapat dana tunai. "Layanan publik dengan pola terima barang. Cara ini lebih praktis karena kita tidak ribet, repot dan ruwet," jelasnya. Cara lain yakni infrastruktur komersial, dimana pihak swasta diberi kesempatan mendapat kembali investasinya dari pihak pengguna.

Walikota Cirebon Nasrudin Azis langsung tersengat semangat, mendapat suntikan tambahan semangat dari koleganya. menurut Azis, sebenarnya ada banyak impian yang ingin ia ingin wujudkan di Kota Cirebon. Diantaranya adalah mewujudkan Kawasan Kota Tua Cirebon menjadi destinasi wisata utama di Indonesia. Selain itu menjadikan kompleks Stadion Bima bukan hanya sekedar tempat olahraga yang lengkap, tetapi juga destinasi wisata dan ruang terbuka hijau yang representatif.

"Kami juga ingin membangun rumah sakit tanpa kelas, minimal 2 di Kota Cirebon. Kalau harus disusun satu persatu daftar mimpi Pemkot masih panjang," katanya.

(sumber Pikiran Rakyat/Ani)


chevron_left
icon
Walikota Cirebon Imbau Masyarakat Manfaatkan Produk Berbahan Baku Lokal
Petugas Kebersihan Harus Terus On Fire
icon
chevron_right