Informasi Tepat Tentang Obat, Akan Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

By | December 7, 2018

Masalah kesehatan yang terjadi saat ini sangat kompleks. Karenanya dibutuhkan informasi yang tepat kepada masyarakat untuk penggunaan obat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs. H. Asep Dedi, M.Si, saat memberikan sambutan di acara Sosialisasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat), mengungkapkan jika saat ini penyakit menular masih merupakan permasalahan kesehatan yang harus ditanggulangi. “Tapi di lain pihak, telah terjadi peningkatan kasus penyakit-penyakit tidak menular (degeneratif) yang juga harus ditanggulangi,” ungkap Asep. Ini menandakan permasalahan kesehatan saat ini sangat kompleks.

Untuk mengatasi berbagai penyakit tersebut dibutuhkan penanganan yang tepat. “Salah satunya dengan penggunaan obat yang tepat. Baik itu obat yang diresepkan dokter maupun melalui swamedikasi oleh masyarakat,” ungkap Asep. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2013, sebanyak 35,2 persen rumah tinggal menyimpan obat untuk swamedikasi. Dari jumlah tersebut 35,7 persen menyimpan obat keras dan 27,8 persen menyimpan antibiotik. Dari jumlah antibiotik yang disimpan sebanyak 86,1 persen tidak diperoleh berdasarkan resep dokter.

Berdasarkan data di atas menunjukkan jika swamedikasi oleh masyarakat belum dilakukan secara tepat. “Tentu ini bisa berdampak terhadap penurunan mutu pengobatan,” kata Asep. Namun swamedikasi yang tidak tepat ini diyakini Asep lebih dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat dalam memilih obat. Ditambah gencarnya promosi obat di berbagai media serta terbatasnya informasi yang benar dari tenaga kesehatan.

Karena itu, berbagai unsur kesehatan diharapkan bisa menguatkan paradigma sehat. Yaitu dengan memberikan informasi yang benar tentang penggunaan obat. “Semuanya bisa dilakukan dengan pendekatan keluarga,” Ungkap Asep.

Sementara itu Direktur Kepelayanan Kefarmasian Kota Cirebon, Dra. R Dettie Yulianti, Apt., M.Si., menjelaskan jika tujuan sosilisasi Gema Cermat ini tidak lain untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penggunaan obat yang benar. “termasuk meningkatkan pengetahuan masyarakat untuk bisa menggunakan obat secara rasional, tepat dan benar,” ungkap Dettie.

Obat, lanjut Dettie bisa menjadi madu tapi juga bisa menjadi racun. Disebut sebagai madu, karena bisa menghilangkan gejala maupun penyebab sakit. “Namun bisa juga sebagai racun jika penggunaannya tidak benar,” kata Dettie. Penggunaan obat yang tidak benar justru akan merugikan kesehatan itu sendiri. Karenanya, sebelum menggunakan obat, masyarakat diminta untuk memastikan bahwa yang mereka minum sudah sesuai dengan indikasi. “termasuk dengan memperhatikan peringatan atau kontradiksi di dalam kemasan obat serta belum kadaluarsa,” pinta Dettie.

82 Total Views 2 Views Today

Your email will not be published or shared. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.




Kejaksan - Serah terima jabatan dan pisah sambut kepala Rumah Tahanan kelas 1 Cirebon dari kunrat kamiri Amd IP, S.sos M AP Kepada Jalu Yuswa Panjang AmdIP SH Msi dihadiri oleh Sekretaris daerah Kota Cirebon Asep Dedi.( 17/01) Selain dihadiri oleh sekda kota cirebon acara tersebut dihadiri juga oleh Kaspolres Kota Cirebon Vivid adi , Kepala kejaksaan Negeri Cirebon Kota, Kepala Kejaksaan Negeri Kab Cirebon dan pimpinan daerah yang lain selain itu juga hadir Kakanwil Jawa barat Susi susilawati. Dalam kesempatan tersebut kakanwil kantor Hukum dan HAM Jawa barat Susi Susilawati  mengatakan bahwa di jawa barat ada 104 jabatan yang dipromosikan sebagai bentuk penyegaran di instasinya dan berharap agar pejabat yang baru tidak merusak sistem yang sudah berjalan akan tetapi dapat menjaga dan memelihara instansinya karena saat ini sedang menjadi sorotan publik, Ungkapnya ( PGH) 17/01 Save Save Save Save Save Save